Welcome to Yajodha!

You will come to this blog http://sinopsisjodhaakbar.blogspot.com

Senin, 06 Oktober 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 69

18.26 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 69 by Jonathan Bay. Di kamar ratu Salima, pengawal mengumumkan kedatangan Jalal.  Salima berdiri menyambutnya. Rahim bersembunyi di belakang Salima. Salima memberi salam. Melihat Rahim bersembunyi di belakang nya, Salima menegur Rahim dengan berkata, "kemana sopan santunmu Rahim? Beri hormat pada Yang mulia.." Dengan masih menempel pada Salima, Rahim memberi salam jodha akbar 69pada Jalal. Jalal membalas salam Rahim dan berkata, "sudah lama aku tidak bermain denganmu, aku punya permainan baru. Maukan kau bermain denganku?" Jalal membuka kantong kain yang di bawanya dan mengeluarkan isinya, yaitu brebagai bentuk botol yang kemudian di tatanya dengan rapi diatas meja. Melihat kotak-kotak itu, Salima teringat saat jalal menyuruhnya meminun kesar dalam botol yang ternyata berisi dathura. Jalal berkata pada Rahim, kalau dia tahu rahim marah pada Jodha, karena Jodha memberitahu rahasianya pada Jalal. Salima bertanya, "ada apa yang Mulia? apakah Rahim berbuat salah?" Rahim menghampiri Jalal. Jalal mendudukan Rahim di pangkuannya. Jalal berkata, "tidak." Rahim memberitahu Jalal kalau Jodha melanggar janjinya. Jalal berkata kalau dirinya tidak akan melanggar Janjinya dan tidak akan menyakitinya ataupun menghukumnya, bahkan dia akan membelikan mainan yang sangat bagus untuk Rahim. Jalal hanya meminta Rahim mengatakan apap yang dikatakannya dulu pada Jodha. Rahim dengan lancar menceritakan apa yang diketahuinya tentang bagaimana dan dimana dia menemukan kotak itu. Jalal terlihat sedih mendengarnya. Rahim bertanya, "aku tidak akan di hukum kan?" Jalal menggeleng. Salima menyuruh Rahim pergi main di luar. Sebelum memintanya, Salima berkata kalau dia lebih baik mati dari pada mengatakan hal ini pada siapapun. Jalal mengangguk dan pergi meninggalkan Salima. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Jodha menyuruh Moti membagikan prasad dari kuil dewi amba pada semua orang. Moti mengambil nampan prasad dari tangan Jodha dan berbalik untuk melangkah pergi ketika Rahim berlari menabraknya. Moti terkejut dan berkata, "Rahim, aku tak mengerti, kenapa kau selalu menabrakku.. saat au membawa prasad." Rahim menjawab, "aku juga tak mengerti, kenapa kau selalu menutup jalanku saat aku lari.." Jodha dan motii tertawa mendengarnya. Moti pergi membagikan prasad. Jodha menghampiri Rahim dan bertanya, "Rahim, ada apa kau kemari?" Rahim berkata kalau dia ingin bicara dengan Jodha, dia marah pada Jodha. Rahim lalu duduk di sofa. Jodha duduk di sampingnya. Jodha berkata, "kenapa kau marah? Aku yang seharusnya marah padamu. Kau tidak bicara jujur pada yang mulia hari itu, kau malah lari begitu saja. " Rahim berkata, "kenapa kau melanggar janjimu? Bukankah kau telah berjanji tidak akan bilang pada yang mulia? Aku bahkan bilang pada ibu tak akan bicara padamu lagi. Yang mulia jauh lebih baik darimu, dia tidak melanggar janjinya." Jodha bertanya, "yang mulia berjanji apa padamu?" Rahim balik bertanya, "memang aku harus bilang padamu?" tapi kemudian dengan lancar dia menceritakan apap yang barusan di alaminya bersama Jalal. Jodha mendengarkannya dengan serius dan tertegun. Jodha berpikir itu artinya Jalal tahu kalau Maham angga pelakunya dan terpikir kalau Jalal menyamar kemarin adalah untuk mencari bukti dan Rahim sudah mengatakan semuanya. Jodha bertanya-tanya, spakah jalal akan percaya pada Jodha atau akan memaafkan maham angga lagi

Sinopsis Jodha Akbar episode 69. Di luar, Jalal berjalan menuju kamarnya  dengan gontai dan terlihat sangat sedih. Jalal menyuruh pelayan pergi, dan kemudian menangis dengan sedih dan sakit hati. jalal sama sekali tak menduga dan tak percaya kalau pelakunya adalah Maham angga. Dia telah menyelamatkan dirinya dari pamannya tapi kenapa kini membunuh calon anaknya? jalal terbayang bagaimana Maham dulu menyelamatkannya dari gemburan meriam diatas benteng, teringat saat dia bermain petak umpet dengan Maham atau saat maham membujuk Jalal agar mau makan. Jalal berteriak dalam marah dan sedih, kenapa Maham melakukan itu dan merampas kebahagiaannya. Jalal terduduk di lantai dan menangis histeris.

jodha akbar 69aDi Amer, Menawati sedang menenangkan Sukanya dan menyuruhnya untuk bersyukur karena tidak jadi bertunangan dan menikah dengan Ratan Singh dan semuanya akan baik-baik saja. Sukanya berkata, "tidak ada yang baik-baik saja, ibu. Semua tak akan baik-baik saja. Aku dan Jodha memiliki nasib yang sama. Sebelum Jodha menikah, Raja Suryaban Singh di bunuh oleh mughal. Dan sekarang sebelum aku menikah, Mughal juga membunuh Ratan singh.." Pelayan datang memberitahu kalau Bharmal datang. Sekanya berlari memeluk Bharmal. Menawati berkata, "sungguh menyedikan, abak-anak kita bertempur dengan pangeran Ratan singh. Tak ada lagi yang akan menghargai Amer lagi. Bharmal menyahut, "justru sebaliknya, anak-anak mu telah membuat Amer bangga, Ratan singh dan ayahnya menolak menyerahkan perampok dari Parokh. Jika aku tahu tentang hal ini lebih dulu, aku akan membatalkan pertunangan itu. Yang mulia baru saja menjalankan tugasnya.." Menawati menanggapi kalimat terakhir Bharmal dengan sinis, "owh...termasuk tugasnya juga memenjarakan wanita yang dia nikahi? Menangkap saudara istrinya yang datang membawa hadiah dan memenjarakannya?" Bharmal menjawab, "ya itu juga bagian dari tugas. Menawati, terkadang aturan harus dijalankan dengan keras. Aku harus memilih antara Sukanya dan Jodha dan aku akhirnya lebih memilih Jodha. Untuk menegakan peraturan yang mulia harus memenjarakan Jodha. Tetapi ketika dia tahu mereka tidak bersalah, mereka segera di berbaskan dengan hormat. Dan memberikan penghargaan pada mereka semua kerena bertempur dengan gagah berani melawan Sujaanpur dan menyelamatkan nyawa yang mulia. Anak-anak mu menyelamatkan nyawa saudara iparnya tanpa memperdulikan nyawanya sendiri. Kau tak akan malu, tapi bangga dengan mereka. " Menawati berkata, "dia setuju anak-anaknya di hormati, tapi bagaimana aku bisa bahagia kalau ingat apa yang terjadi pada anak ku Sukanya untuk kedepannya. " Sukanya menatap ibunya dan berkata, "ibu, kenapa bilang begitu? Jodha telah di bebaskan dengan penuh penghargaan, tak akan yang tidak paham dengan apa yang dilakukan kakak-kakak ku. Aku tak pernah sebahagia ini, ibu." Menawati tek percaya mendengarnya. Sukanya menatap ayahnya, "ya ayah, aku sangat bahagia." Sukanya memeluk Bharmal. Bharmal berkata, "aku sangat bangga dengan putriku. Jodha mengesampingkan kesedihannya untukmenyelamatkan amer, dan Sukanya menyembunyikan kepedihannya dan lebih tertarik dengan kabahagiaan Jodha.." Menawati tersenyum, semua anggota keluarga terlihat bisa menerima.

Sinopsis Jodha Akbar episode 69. Jalal meminta Atgah untuk  memperketat penjagaan di istana. Atgah setuju, tapi dia bertanya kenapa harus memperketat keamanan istana. Jalal menjawba karena pelaku pembunuh calon anaknya ada dalam istana. jalal berkata, "perketat keamanan sekarang juga, karena nanti malam nama pembunuh itu akan di umumkan di depan publik."

Keamanan istana sedang di perketat. Pengawal di tempatkan di berbagai sudut istana. Pintu gerbang di kunci. Para wanita, anak-anak dan siapap sajaj di larang keluar gerbang istana. Dikamar Jodha, Moti terlihat senang saat di beritahu Jodha kalau Jalal sudah menemukan pelaku sebenarnya. Moti berkata, "dewa amba telah menjawab doamu, Jodha. " Jodha berkata kalau dia juga merasakan hal yang sama, kalau dewa amba telah mendengar doanya. Kini mereka tinggal menunggu apa keputusan Jalal.

jodha akbar 69 bDi tempatnya, Ruq bersama Hoshiyar. Ruq berkata kalau dia sangat yakin Jalal akan menangkap pembunuh calon bayinya. Hoshiyar bertanya, "tapi kenapa yang mulia memanggil semua orang ke pengadilan di tengah malam?" Ruq menjawab, mungkin karena dia tidak bisa menunggu sampai pagi. Atgah meminta para pengawalnya agar selalu waspada. Resham mendengar perintah atgah pada prajurit segera berlari menemu Adham. Resham memberitahu adham kalau Maham pelaku sebenarnya. Adham tidak percaya, karena maham tidak memberitahunya. Resham berkata kalau maham mengaku padanya. Adham marah karena maham tidak percaya padanya dan kini dia telah menghancurkan masa depan mereka semua dan Jalal pasti tidak akan mengampuninya. Adham terpikir untuk melakukan sesuatu untukmenyelamtakan ibunya. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Adham menemui Maham yang sedang minum jus. Adham berkata di luar ada badai dan dia minum jus. Maham menawari adham minum jus juga, tapi adham menepisnya. Adham marah dan protes pada Maham karena tidak mempercayainya tapi mengatakan rahasianya pada Resham. Adham mengajak Maham pergi karena tempat ini sudah tidak aman lagi. Maham menolak. Adham bertanya kenapa? karena maham ingin tahu apa yang akan di lkukan Jalla terhadap dirinya. Adham menuduh ibunya telah gila. Maham meyakinkan adham kalau Jalal tidak akan mengambil tindakan apapun terhadap dirinya dan meminta Adham agar jangan tegang dan minum jus dulu. Maham meninggalkan Adham. Maham pergi kedepan sebuah cermin besar. Mangambil obor dinding, merapikan ikat kerudungnya dan menarik cermin. Teernyata di belakang cermin besar itu ada pintu rahasia. Maham tersenyum, memasang wajah jahat dan berkata, "ini adalah saat yang tepat..." Sinopsis Jodha Akbar episode 70

Sinopsis Jodha Akbar episode 173

07.52 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 173 by Jonathan Bay. Malamnya, Jodha dan Jalal istrirahat di tengah hutan. Mereka duduk di sebuah batang pohon yang roboh. Jalal melihat Jodha kedinginan, dia pergi mencari lebih banyak kayu bakar untuk menyalakan api unggun. Jodha melarangnya. Tapi Jalal tetap berusaha mengumpulkan ranting-ranting kecil. Jodha mendekati Jalal, mengambil ranting di tanganya dan membuangnya. Jalal  bertanya apa yang di lakukan Jodha. Sesaat terlihat ketegangan diantara keduanya. Tapi kemudian Jodha menertawakannya dan berkata bahwa baru kali ini dia melihat raja melakukan hal-hal seperti ini dan jodha akbar 173menjadi marah karena ranting-ranting yang kecil. Jodha berkata kalau pekerjaan seperti itu tidak sesuai untuk Jalal. Jalal menjawab kalau dia melakukan itu untuk Jodha karena dia tidak ingin Jodha kedinginan. Jodha memegang tangan Jalal dan menariknya duduk di tempat semula. Keduanya duduk berdekatan. Kedua tangan Jodha menggenggam tangan Jalal.  Jodha berkata, "jika saya masih hidup setelah meminum racun, maka udara dingin ini tidak akan artinya." Jodha dan jalal saling tersenyum dan bertukar pandang. Lalu pandangan Jalal tertuju pada tangan Jodha yang menggenggam tanganya. Jodha tersadar dan dengan cepat menarik tangannya. Jalal tersenyum dan menatap Jodha. Jodha terlihat sedikit malu dan salah tingkah.  Melihat itu, sifat usil Jalal kumat lagi. Dengan nada serius Jalal berkata, "kau bukannya kuatir karena aku melakukan pekerjaan yang tidak sesuai, tapi menghentikanku karena kau ingin duduk bersamaku, memegang tanganku, dan berdekatan denganku..." Jodha dengan ketus menyahut, "tidak seperti itu.." lalu berdiri meninggalkan Jalal untuk mengumpulkan ranting-ranting yang tadi di buangnya. Jalal tersenyum puas setelah mengoda Jodha. Tiba-tiba mendengar langkah kaki. Dia segera berdiri, mengambil sebatang kayu dan mendekati Jodha dengan sikap melindungi. Jodha bertanya, "ada apa yang mulia?" Jalal menjawab kalau di mendengar ada orang mendekat. Jodha segera menutup rambutnya dengan saree dan bersembunyi di belakang Jalal. Seorang lelaki pengendara kuda dan hambanya muncul dan bertanya siapa kalian? JJalal menjawab kalau dia adalah orang biasa yang akan pergi untuk terat Yatra. Lelaki itu mengajak Jalal dan Jodha untuk ikut kerumahnya, karena tempat ini tidak aman. Jodha berbisik di telinga Jalal mengatakan kalau tampaknya dia orang baik-baik. Jalal setuju untuk ikut orang itu kerumahnya. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

jodha akbar 173aJodha dan Jalal datang kerumah orang tersebut. Istrnya menjamu mereka dengan minuman. Si istri berkata kalau sepertinya Jalal dan Jodha adalah pasangan yang baru menikah. Jodha terlihat malu. Jalal menyangkalnya dengan mengatakan kalau mereka sudah menikah cukup lama. Si istri bertanya siapa nama Jodha, Jodha menjawab kalau namanya Kajri. Dan si sumai bertanya siapa nama Jalal, Jalal menjawab kalau namanya Badal. Jodha menanyakan nama lelaki itu. Lelaki itu mengatakan kalau namanya Todal Mal. Todal mal bertanya pada istrinya apakah dia sudah membagi uang? si istri mengangguk. Jodha bertanya kenapa membagi uang menjadi? Todal menjelaskan kalau dia selalu membagi uangnya menjadi 3 bagian, satu bagian untuk membayar pajak, satu bagian untuk sedekah di kuil dan satu bagian lagi untuk warganya. jalal menanyakan alasannya melakukan itu. Todal mal menjawab karena dia dapat mengusahakan makanan untuk keluarganya, tapi di luar sana banyak yang tidak mampou melakukan itu, dan dia hanya mencoba membantu mereka yang tidak mampu itu. Jalal melihat sebuah lukisan di dinding, jalal berdiri dan melihat lukisan itu dari dekat. Dia bertanya pada Todal, itu lukisan siapa? Todal menjawab kalau itu lukisan Shershah Suri, orang yang pernah mengalahkan Raja Humayun, ayah Jalal. Jalal menggenggam tanganya menahan emosi ketika Todal mengatakan kalau dia pernah bekerja untuk Suri. Jalal terngiang kembali kata-kata Bairam khan yang mengatakan kalau Suri yang membuat jalal terpisah dari orang tuanya dan orang kepercayaan Suri yang paling penting adalah Todal Mal.

Sinopsis Jodha Akbar episode 173. Suasana yang damai di desa itu tiba-tiba di kejutkan dengan serangan mendadak sekelompok perampok yang membawa obor di tanganya. Dengan obor itu mereka membakari rumah penduduk dan menjarah harta bendanya. Todal mal menyuruh Jalal dan Jodha bersembunyi  sedangkan dia akan keluar untuk menghadapi para perampok tersebut. Istri Todal mal menangis dan berdoa untuk keselamatan suaminya. Jodha menenangkannya. Jodha dan Jalal saling berpandangan. Jodha menatap Jalal seolah-olah dia meminta Jalal agar membantu Todal mal. Jalal seperti memahami maksud Jodha. Para perampok berhasil menguasai desa dan menangkap Todal Mal. Para perampok hampir menebas kepala Todal Mal, ketika Jalal meloncat menyelamtakan Todal dengan sebilah pedang di tanganya. Jalal bertarung melawan para perampok -perampok itu seoarang diri dengan gagah perkasa.  Satu persatu para perampok itu tumbang terkena sabetan pedang Jalal. Todal mal tercengang melihat Jalal bertarung. Todal berpikir kalau Badal bukan orang biasa.

jodha akbar 173bSetelah para perampok terbunuh semua, Todal mal dan Jalal kembali masuk kedalam rumah dan di rawat luka-lukanya oleh istri mereka masing-masing. Todal Mal memberitahu istrinya kalau Badal bukan orang biasa, dia adalah seorang pejuang. Di mengalahkan mereka semua. Todal menduga kalau Jalal adaah seorang ksatria Mughal. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Di kamar yang lain, Jalal terngkurap tanpa baju dan Jodha mengobati luka di punggungnya danmerasakan sakitnya. Jalal berkata kalau yang terluka dirinya tapi yang merasakan sakitnya Jodha. Jodha berkata kalau luka ini menyakiti Jalal tapi apa yang menyebabkan jalal terlihat murung dan marah saat mendengar nama Suri. Jodha bertanya, "apa yang anda sembunyikan dari saya, yang mulia?" Jalal memberitahu Jodha kalau lelaki bernama Todal Mal itu adalah anak buah Suri, orang yang telah mengalahkan ayahnya dan membuat dirinya terpisah dari orang tua. Dan Jalal merasa terluka hatinya karena harus menghabiskan malam di rumah Todal mal. Saat ini Hamida sedang menulis biografi Humayun dan mengatakan kalau saat itu adalah masa-masa sulit bagi Humayun dan istri-istrinya karena mereka dalam tahanan. Tapi ada satu orang yang sangat baik yang bertanggung jawab mengurus mereka semua, dia adalah Todal Mal. jalal berkata, hari ini dia menyelamatkan mereka karena dia menginap di sini. Di amusuhnya, dan tak lama lagi dia akan kembali menjadi jalal.

jodha akbar 173cSinopsis Jodha Akbar episode 173. Keesokan paginya, Jodha dan Jalal akan melanjutkan perjalanan. Todal mal menawarkan tandu untuk Jodha, tapi Jalal dengan halus menolaknya. Todal Mal berkata bahwa dia mempunyai sesuatu untuk Jalal. Todal memberi Jalal sebuah stempel. jalal melihat stempel itu dan berkata kalau itu stempel Mughal. Todal mal memberitahu Jalal kalau raja Humayun memberi dia stempel tersebut karena dia bertanggung jawab terhadap istri-istrinya. Jalal bertanya, "dia adalah musuhmu, kenapa anda membantunya?" Todal Mal mengatakan kalau dia tidak memusuhi Mughal. Dia hanya menjalankan kewajibannya sebagai anak buah Suri dan tidak berbuat salah pada istri-istri humayun. Emosi Jalal lenyap mendengar keterangan Todal, bahkan Jalal berkata kalau dia baru saja mendapat pelajaran baru dari Todal mal dan mengucapkan terima kasih. Sepeninggal Jalal dan Jodha, istri Todal mal bertanya kenapa dia memberikan stempel itu pad Badal. Todal mengatakan kalau Bdal adalah Jalal, putra Humayun yang sedang dalam penyamaran. Dia mengetahui itu semua ketika tanpa sengaja mendengar percakapan Jodha dan Jalal.

Jalal dan Jodha tiba di Sikri di padepokan Imam salim Chisti. Murit-murid salim tidak mengenali Jalal dan Jodha, tapi Salim chisti, dengan mudahnya mengenali mereka berdua yang membuat Jodha dan jalal terkejut karena tidak menyangkah  penyamarannya bisa di kenali oleh Salim. Imam chisti berkata siapa saja bisa menjadi raja, tapi di sini hanya raja besar jalal yang akan dapat mengubah keberuntungan, Salim chisti juga mengatakan kalau dia tahu, Jalal dan Jodha telah melalui begitu banyak liku-liku kehidupan dan sesekali sesuatu menjadi sangat sulit bagi Jalal, tapi Jalal memiliki Jodha  yang akan selalu memndukung Jalal, berjuang untuk membuatnya menjadi hal yang mudah dan benar. Jodha terkejut mendengarnya.  Menurut Slim Chisti, perjalanan hidup Jodha dan Jalal baru di mulai, mereka berdua akan melalui jalan panjang bersama-sama. Kalian akan mencatat sejarah. Jodha akan menulis namanya dalam sejarah Mughal dengan menjadi Maruiam uz Zamani.  Jalal kaget dan terpana mendengarnya.... Smile  Sinopsis Jodha Akbar episode 174

Minggu, 05 Oktober 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 68

19.21 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 68 by Jonathan Bay. Rahim menatap Jalal dengan rasa takut dan berkata kalau dia tidak mencurinya dan dia bukan pencuri dan meminta agar Jalal jangan menghukumnya. Jodha berkata pada Rahim agar mengatakan dimana dia menemukan kotak itu, siapa yang dia lihat sedang mencampur dathura. Jodha meminta Rahim mengatakan semua pada Jalal. Jalal marah dan membentak Jodha karena sinopsisjodhaakbar.blogspot.con68mengarahkan pembicaraan, Jalal memyuruh Jodha diam dan biar dia saja yang bicara pad Rahim. Dengan tegas jalal bertanya, "Rahim! apakah kau yang mengambil kotak/botol ini?" Rahim menatap Jalal ketakutan dan berkata kalau dirinya tidak mencuri. Rahim menatap Jodha dan berkata, "aku tak mau bicara padamu. Choti ami jaan jahat... choti ami jaan jahat, aku tak suka padamu." Lalu Rahim berlari keluar meninggalkan Jalal dan Jodha dan tak peduli pada Jodha yang memanggilnya. Jalal memarahi Jodha karena menggunakan anak kecil sebagai saksi mata. Jalal bahkan menuduh Jodha memaksakan kebenaran pada  anak usia 4 tahun agar berbohong dan memuaskan egonya. Jalal menanyakan kemana perginya hati nurani Jodha. Jodha berkata kalau kebenaran itu pasti siapa yang mengatakannya. Jalal mengatakan kalau Rahim benar saat mengatakan Jodha wanita jahat. Jodha membela diri dengan mengatakan kalau Rahim anak kecil, di atakut kalau di hukum Jalal karena mencuri botol itu. Itu sebabnya dia lari dari sini. Jalal membantah, "Rahim lari karena kecewa padamu, Jodha. Pergilah dari sini sebelum aku kehilangan kesabaranku lagi." Jalal memperingatkan Jodha agar tidak menuduh orang tanpa bukti yang kuat. Jodha menjawab kalau itu memang kebodohannya yang mencoba menyadarkan seseorang yang tidak mau melihat kebenaran. Kalau ingin bersikap adil, Jalal harus objektif dan tidak boleh emosi. Jalal semakin emosi dan mengusir Jodha. Sepeninggal Jodha Jalal bicara sendiri dan bertanya-tanya kenapa Jodha selalu mengganggu hidup Maham angga.

Jodha curhat pada moti dan mengatakan kalau dirinya kurang pertimbangan dan dia tak punya ide lagi bagaimana membuktikan pada Jalal. Moti berkata kalau Rahim berkata jujur, kenapa dia menolak mengatakan hal yang sama pada Jalal? Jodha membela Rahim dengan mengatakan kalu Rahim hanya anak kecil, dia sudah ketakutan melihat Jalal marah dan takut di hukum karena itu tak berani berkata apa-apa pdahal dia satu-satunya saksi mata. Moti bertanya apa yang akan di lakukanJodha sekarang? Jodha bilang kalau dirinya tidak akan menyerah dan akan terus berbicara sampai berhasil. Dan berharap dewa amba menunjukan jalan yang benar. Seorang pelayan datang memberi Jodha prasad dari dewa amba. Jodha bertanya bagaimana dia bisa mendapatkan prasat dari dewa amba di agra? Pelayan menjelaskan kalau kuil tuda dewa amba ada di dekat pasar Agra. Jodha berpikir itu adalah pertanda baik dan mengajak moti untuk pergi ke sana. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Sinopsis Jodha Akbar episode 68. Bharmal sedang dalam perjalanan pulang ke Amer, ketika maharana pratap mencegatnya di jalan. Bharmal bertanya kenapa pratap menghentikan dirinya. Pratap mengatakan pengkhianat dan orang tidak setia akan mendapati pratap sebagai halangan dalam perjalanannya. Bharmal mengatakan kalau dirinya bukan pengkhianat. Pratap mengejek Bharmal dengan mengatakan kalau memalukan adalah gambaran yang tepat untuk Amer. Dan menyuruh Bharmal mencabut pedangnya kalau kata-katanya terasa berat. Pratap berkata, "kenapa kau ingin menodai kesucian dari simbol keberanian itu?" Bahramal menyebut nama Pratap. Tapi pratap menyuruhnya menyebut namanya sekaligus gelarnya, pangeran pratap. Pratap mengejek, "sejak kau berbaur dengan mughal, kau sudah melupakan budaya dan sopan sinopsisjodhaakbar.blogspot.com68asantun. Kau pergi ke Agra untuk menengok putrimu, tapi malah memimpin mereka untuk membunuh calon menantumu yang lain. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kau akan menikahkan putrimu Sukanya pada mughal yang lain?" Bharmal marah dan menyuruh Pratap menutup mulutnya. Bharmal mengatakan kalau ini urusan pribadinya. Pratap berkata bukan hanya urusan Bharmal, karena reputasi Rajput telah runtuh akibat ulah pengecut  Bharmal. 17 pangeran telah menolak menikahi Sukanya, smeua karena jiwa pengecut Bharmal. Mereka melakukan itu karena mencontoh dirinya, Maharana Pratap, yang tidak ingin jiwa pengecut Bharmal menodai masa depan Rajput. Raja Sujaanpur ingin menolong Bharmal, tapi bukannya berterima kasih, dia malah di bunuh. Rasanya tidak mungkin lagi menemukan suami untuk Sukanya. Bharmal dengan marah berkata kalau dia tidak mau berdebat dengan Pratap. Pratap memberitahu Bharmal tentang Sujamal, dan berkata kalau dirinya sudah mengutuk bayangan Sujamal. Dengan tegas pratap mengatakan siapapun yang memihak bangsa Mughal akan menjadi musuhnya.

Jalal menemui Ruq dan bertanya di mana pembuat botol itu tinggal, Ruq mengatakan kalau Hoshiyar yang membawanya danbertanya kenapa Jalal menanyakan itu? jalal berkata kalau dia ingin meminta keterangan dari orang itu. Ruq memberi tahu Jalal kalau nama orang itu altaf qadri dan dia punya toko kecil di dalam pasar di dekat istana. Ruq menawarkan diri untuk memanggil orang itu ke istana. Tapi Jalal melarangnya. Dia yang akan menemui orang itu agar pelaku yang tinggal di istana tidak tahu. Jalal juga meminta Ruq agar tidak memberitahu siapapun tentang rencananya.

Jodha menemui Hamida dan meminta izin agar dia bis pergi ke kuil dewa amba di luar istana untuk berdoa. Hamida mengatakan kalau dia suka dengan niat Jodha. Jodha berkata untuk keluar istana dia memerlukan izin raja, tapi raja tidak ada, jadi dia meminta izin dari Hamida sebagai wakilnya. Hamida berkata kalau Jodha tidak perlu izin siapapun untuk pergi beribadah, karena itu hal baik. Dan dalam pikiran Hamida, Jalal juga tidak akan keberatan. Jodha mengucapkan terima kasih dan pergi.

Sinopsis Jodha Akbar episode 68. Jodha pergi ke kuil bersama moti. Kuil itu letaknya berdekatan dengan pasar sehingga sangat ramai dengan lalu lalang orang. Sebelum memasuki kuil, Jodha melepas sandalnya. Altar tempat patung dewa Amba berada sangat koto dan berdebu. Jodha membersihkannya, memasang tilak di kening patung dan menaburi bunga di tubuh patung. lalu berdoa. Di luar kuil, Jalal muncul dengan menyamar sebagai pengemis tua dengan jengot putih yang lebat. Dia meminta sedekah sambil lalu sambil berkata, "kasihanilah...berilah aku sedekah, demi Allah. Jika kau tolong yang miskin, Allah akan memandikamu dengan kebahagiaan. Jika kau sedang sakit, tuhan akan melimpahkan rahmat- Nya padamu. Jika kau beri makan pada yang lapar, Tuhan akan memasukanmu ke surga..."

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com68bJodha keluar dari kuil. Jodha berbicara dengan orang yang berdiri di depan kuil, menyuruh mereka untuk menjaga kuil agar tetap bersih dan rapi layaknya rumah mereka sendiri. Jalal melihat Jodha dan bertanya sendiri kenapa Jodha ada di sini? Lalu Jalal duduk di emperan kuil. Ketika hendak membagikan sedekah, Jodha mendengar orang-orang bicara tentang Jalal. Kata mereka kalau raja tidak mengasihi istrinya sendiri, dia tidak tak kan bisa mencintai rakyatnya. Yang lain menyetujui pernyatan itu dan menambahkan, betapa tega jalal memenjarakan istrinya sendiri. Jalal dan Jodha sama-sama tertegun mendengar pembicaraan orang-orang itu. Seorang pria berkata, "aku dengar ratu Jodha diizinkan untuk berdoa pada tuhannya sendiri." yang lain mengatakan kalau itu hanya bentuk dari kemunafikan sang raja, bagaimana dia bisa percaya dengan tuduhan palsu yang terburu-buru pada ratu Jodha? Jodha yang mendengarkan omongan mereka segera menyela dan mendekati mereka, "apa yang kalian bicarakan? Dia adalah rajamu, dia adalah pemimpinmu. Dia di sumpah untuk melindungimu, bisa-bisanya kalian menfitnah dia seperti itu?" Jalal melihat den mendengarkan perkataan jodha yang membelanya. Seorang pria mengatakan kalau Jodha tidak tahu betapa kejinya Jalal. Pria yang lain memberitahu orang itu kalau Jodha lebih tahu dari pada dirinya, karena dia ratu Jodha. Orang-orang segera memberi salam pada Jodha. Jodha membalas salam mereka dan berkata, "aku yakin kau punya keluarga, aku juga begitu. Hal biasa jika dalam keluarga terjadi pertengkaran dan perbedaan pendapat, ini masalah kami. Bagaimana perasaanmu kalau ada yang menfitnah salah satu anggota keluargamu? Raja dan ratu juga manusia. Kita tidak boleh membicarakan masalah pribadi mereka. Dia rajamu, sudah seperti ayah bagimu. Seorang anak tidak boleh menggunjingkan ayahnya. " Orang-orang itu kemudian minta maaf pada Jodha. Jodha berlalu meninggalkan mereka untuk membagikan sedekah pada mereka yang antri. Jodha tiba di depan Jalal yang menyamar sebagai pengemis. Matanya terlihat gelang di tangan Jalal. Jodha mengamati nya. Merasa di amati Jodha, Jalal berdiri dan meminta sedekah. Jodha menatap gelang di tangan Jalal, merasa di amati gelangnya, Jalal segera menarik lengan bajunya untuk menutupi gelang itu, sayangnya cincin di jari-jarinya malah terlihat jelas. Jodha berkata, bagaimana aku bersedekah pada seseorang yang memberikan segalanya pada semua rakyatnya? Saya tak bisa mengenalimu saat menyamar di Amer, tapi anda tak bisa mengelabuiku lagi." Jalal mengangkat wajahnya menatap Jodha. tatapan mereka bertemu. Jalal berkata, "jadi kau mengenaliku?" Jodha menjawab kalau gelang di tangan Jalal adalah pemberian Bharmal di pernikahan mereka.Jalal menatap gelangnya. Jodha berkata, "tidak baik seorang raja meminta-minta di depan rakyatnya, dan seorang istri tidak suka melihat suaminya meminta-minta pada orang lain." lalu Jodha berlalu meninggalkan Jalal. Jalal tersenyum menatap kepergian Jodha.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Sinopsis Jodha Akbar episode 68. Jalal menemui Altaf Qadri. Semula altaf menduga Jalal adalh pengemis dan akan memberinya koin, tapi Jalal menolak, dia bertanya tentang botol dan menunjukan botolnya. Altaf bertanya siapa dia? Jalal menjawab kalau dia adalah orang yang kehilangan anakny karena ekstra dathura yang tersimpan dalam botol itu. Altaf segera meminta maaf dan memberi salam. Jalal meminta altaf menceritakan kronologis peristiwa di malam dia menyerahkan botol itu pada pemesannya. Jalal bertanya apakah Altaf mengingat wajah orang itu? Altaf berkata kalau wajahnya bercadar, tapi dia masih ingat raut muka yang tidak tertutupi. Jalal membawa Altaf ke istana.

Di istana, di hadapan pelukis, Altaf mengambarkan wajah pemesan botol itu secara mendetail. Pelukis membuat sketsanya. Setelah selesai, alangkah terkejutnya Jalal melihat sketsa iu adalah wajah maham angga. Jalal bertanya pada Altaf, apakah dia yakin orang ini den warna mata ini milik orang itu? Altaf yakin seyakin-yakinnya. jalal teringat kata-kata pengakuan maham angga waktu dia mengecoh Jodha.  Jalal juga teringat Jodha meminta Rahim untuk mengatakan apa yang dilihatnya. Jalal sangat marah dan terluka.....Sinopsis Jodha Akbar episode 68

Jalal Meninggal | Kematian Jalal

16.06 ARFARI

Jalal Meninggal atau Kematian Jalal by Meysha Lestari. Jalaluddin Muhammad, raja agung Mughal meninggal dunia mungkin adalah kabar yang paling di nantikan pemirsa. Tapi sayangnya dia mungkin tidak di matikan kecuali hingga akhir episode yang kita tidak tahu kapan itu, karena menurut beberapa bocoran, kisah Jodha akbar akan berlanjut hingga ke episode Salim-Anarkali. Salim adalah putra mahkota Mughal, anak ketiga dari pasangan Jalal-Jodha dan anak pertama yang hidup dari keduanya. Sedangkan Anarkali adalah selir Jalal yang kemudian terlibat hubungan cinta dengan Salim. Kisah itu masih lama dan akan di bahas di tempat yang lain.

jalal matiDalam sejarah di sebutkan bahwa penyebab Jalal meninggal adalah karena penyakit disentri. Karena itu dengan penasaran saya menanti, di akhir episode nanti, apa yang menjadi penyebab meninggalnya Jalal. Tidak dramatiskan kalau seorang raja yang gagah, ksatria sejati...mati karena disentri. Tapi siapa sih yang tahu dan bisa menebak bagaiman cara seseorang mati? Tidak ada karena itu adalah rahasia tuhan. Tapi saat ini saya akan membahas tentang kematian Jalal yang terjadi dalam Serial Jodha Akbar yang kini sedang kita tonton bersama.

Kabar kematian Jalal selalu membuat Jodha down, bahkan jauh sebelum Jodha menyadari kalau di mencintai Jalal (baca: Jodha Jatuh CInta) . Cinta itu sangat dekat dengan kematian. Duka terpanjang seorang pencinta bukan pada kecemburuan tapi pada kematian. Hanya kematian yang bisa merenggut kekasih tercinta,  karena dalam kematian tidak ada lagi perjumpaan yang di idam-idamkan. Hingga episode 315, setidaknya ada 4 kali Jalal di nyatakan meninggal, baik secara sukarela, dalam bayangan Jodha ataupun karena tipu muslihat musuh. Adapun peristiwa-peristiwa yang menyebabkan Jalal meninggal adalah:

1. Jalal di serang Harimau

Kematian Jalal yang ini hanya ada dalam benak dan mimpi Jodha. Mungkin karena rasa bersalah karena telah membuang peluru senapan Jalal sehingga saat di serang harimau dan demi menyelamtakan Jodha, Jalal bertarung dengan harimau tersebut hingga terluka parah. Dalam kesengsaraan nya menjaga Jalal agar tetap hidup, Jodha bermimpi kalau Jalal meninggal. Jodha terpaksa mengabarkan kematian Jalal pada keluarga Agra. Dia melihat Hamida menanggis penuh duka, Ruqaiyah histeris, meyalahkan Jodha dan menampar Jodha berkali-kali, serta para istri-istri mulai berkemas untuk melarikan diri. Dalam perasaanya yang terdalam, dapat kita rasakan kalau dalam peristiwa ini Jodha lebih taku menghadapi reaksi dari keluarga Mughal daripada kematian Jalal itu sendiri. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

2. Jalal meninggal karena di Lempari batu

kematian jalalJalal di lempari batu terjadi di Jodha akbar episode 220. Saat itu Jalal sedang mencari Jodha yang telah di usirnya dari Agra karena kemarahan dan rasa cemburu yang sangat pada Sujamal. Kata-kata Jalal yang menuduhnya yang bukan-bukan membuat Jodha terluka dan tidak mau menemui Jalal walaupun dia tahu Jalal ada di depan matanya.  Setelah berhari-hari mencariJohda, Jalal tiba di Asylum Toldar Naal, di mana secara kebetulan Jodha telah menjadi penghuni Asylum tersebut sebab Jodha tidak bisa pulang ke Amer karena terikat janji yang di buat oleh Menawati. Mengetahui kalau Jodha ada di dekatnya tapi tak mau menemuinya, Jodha akhirnya pura-pura mati dan menyuruh para penduduk untuk menyebarkan berita kematiannya. Jodha yang menyamar sebagai Laksmi mendengar Jalal mati segera berlari menemui jasadnya yang terbujur kaku di tanah berbalut kain putih. Saat angin menerpa, kain tersebut tersingkap dan nampaklah wajah Jalal.  Jodha terkulai lema dan hampir jatuh kalau Jalal tidak segera bangkit dan meraih tubuhnya. Bukanny senang karena Jalal ternyata masih hidup, Jodha menjadi sangat marah karena merasa di bodohi dan juga karena masih memendam sakit hati pada Jalal.

3. Jalal meninggal karena di bunuh Mali

Saat itu Jodha dan para wanita sedng ikut Jalal berperang melawan Mahamchucak dan Mali. Pengawal mali mengirimkan pedang, baju perang yang berlumuran darah dan segala atribut perang yang di pakai Jalal saat meninggalkan kemah.  Semua wanita Jalal terutam aRuqaiya, Hamida  dan Salima menangis histeris. Jodha pun yang saat itu sedang hamil mudah sangat berduka. Dalam perang, para wanita akan menjadi harta rampasan yang menjadi milik pemenangnya. Para wanita tidak sudi menjadi milik mali. Mereka bersiap-siap untuk melakukan bunuh diri massal. Ketika tiba-tiba Jodha mempunyai pikiran dan perasaan bahwa tidak mungkin Jalal meninggal. Kalau Jalal meninggal kenapa mali hanya mengirimkan pakaiannya dan bukan tubuh atau kepalanya. Jodha kemudian menghimpun kekuatan dan menjadikan para wanita sebagai tentara yang akan bertarung melawan pasukan Mali di bawah pimpinannya. Dan memang setelah Jodha berhasil menjatuhkan Mali dan perang berakhir, Jalal ternyata masih hidup

4. Jalal di bunuh Atifa

Semua orang percaya kalau Jalal tergila-gila pada Atifa dan mengabaikan Jodha bahkan menjauhinya. Tapi menjelang akad nikah, Jodha yang di larang untuk hadir, memaksa untuk datang.  Setelah akad nikah, di depan matanya, sang mempelai wanita, Atifa mengorok leher Jalal. Jalal jatuh ke tanah dan mayi seketika. Jodha shock, semua orang shok. Jodha memarahi Atifa dan berkata, "kenapa kau membunuhnya? dia kan suamimu." Atifa mengatakan kalau Jalal menikah dengan Atifa tapi dirinya bukan Atifa tapi Sakinah. JOdha akan menyerang Atifa ketika suami atifa menjegalnya. Melihat itu seorang rahim melindungi Jodha dan mengancam suami atifa. Mendengar suara rahib itu, Jodha terlihat sangat senang, karena meski penyamarannya sempurna, Jalal tidak dapat mengubah suaranya.

Jodha Jatuh Cinta

05.43 ARFARI

Jodha Jatuh Cinta by Meysha Lestari. Akhirnya Jodha jatuh cinta pada Jalal. Tidak secara langsung dan serta merta, tetapi secara perlahan dan bertahap. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa "cinta yang muncul secara tiba-tiba akan cepat pula sirna, tapi cinta yang menapaki jalan terjal dan berliku untuk sampai pada tujuannya akan mekar sepanjang masa". Percaya atau tidak mungkin itu yang terjadi pada pasangan suami istri ini. Sejak mendengar nama Jalal di telinganya, hanya amarah, benci dan dendam saja yang ada di hati Jodha. Semua bermula karena impresi yang salah yang di berikan oleh para tentara mughal atas nama Jalal. Karena itu jangan pernah menghakimi seseorang karena perbuatan orang lain. Dan pandai-pandailah memilih rekan kerja atau anak buah, karena kelakukan mereka akan berimbas pada kehormatan dan nama baik anda.

jodha akbar 1111Setelah hampir tiga bulan tanyang, akhirnya nampak tanda-tanda kuncup bunga cinta bersemi di hati Jodha dan Jalal. Apakah anda ikut merasakannya? Tidak? Wajarlah, karena tanda-tanda yang di berikan sangat tipis dan terlalu transparan untuk menampilan wujud sebenarnya. Tanda-tanda munculnya kuncup bunga cinta di hati Jodha mulai sedikit tersembul ketika Jodha hendak bunuh diri dan Jalal menyelamatkannya yang kemudian di follow up dengan perjalanan mereka berdua ke Ajmer Sharif. Sayangnya keduanya sangat bandel dan terlalu arogan untuk dapat mengerti bahwa kebencian di hati mereka berdua telah berubah bentuk secara perlahan namun meyakinkan.

Dalam perjalanan ke Ajmer Sharif, Jalal sepertinya sudah mulai tertarik pada Jodha dan mulai berani mengungkapkan perasaan yang ada di hatinya walaupun hanya melalui perantara seekor ular dan dengan kalimat-kalimat bernada sindiran. Malam itu, Jalal memaksa untuk tidur di tenda Jodha demi keamanan Jodha. Jalal tidur di sofa, sedangkan Jodha tidur di tempat tidur. Seekor ular merambati dupatta Jodha dan Jalal dengan sigap merenggut nya, Jodha salah paham dan mencaci maki Jalal. Jalal membalas cacian Jodha dengan memarahi ular yang terbalut dalam dupattanya. Jalal mengembalikan dupatta Jodha dan membebaskan ular tersebut dan berkata kalau dia membebaskan ular tersebut agar jangan sampai ratu Jodhanya yang di salahkan kalau ular itu sampai mati. Untuk pertama kalinya, malam itu, Jodha tersenyum tulus untuk Jalal dan mengucapkan terima kasih. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Cinta untuk Jodha mulai bersemi dalam hati dan pikiran Jalal, sejak Jodha merawatnya ketika dia diserang oleh harimau. Saat itu mungkin Jalal terlihat senang ketika mendengar Ruq menampar Jodha. Tapi lihat matanya... ada yang tersimpan di sana yang sengaja dia sembunyikan dari Ruq ketika dia berkata, "untuk kejahatan sebesar itu hukumannya terlalu ringan." CInta pula yang membawa Jalal dengan rela hati dan tanpa paksaan mengunjungi Kuil dewi Kali dan meletakkan kepala di kakinya demi memenuhi sumpah Jodha. Tindakan yang kemudian menciptakan kekacauan di Agra karena para tokoh agama meragukan keimanannya dan melarang Jalal memasuki istananya sendiri bahkan memintanya untuk meninggalkan tahtanya. Bahkan ketika semua orang menuntut agar Jodha masuk islam demi menyelamatkan Jalal, Jalal sendiri lebih memilih untuk turun tahta daripada memaksa Jodha masuk islam. Atau ketika Jodha di fitnah hamil (baca: Jodha pura-pura Hamil) dan Jalal tidak pernah merasa menghamilinya, dia hanya menyimpan keraguannya seorang diri dan tidak memberitahu orang lain. Bahkan ketika Jalal mempertanyakan ayah bayi yang kandung Jodha dan berita bahwa anak yang di kandung Jodha bukan anak Jalal menjadi rumor dan bahan perbincangan di istana yang kemudian meyebabkan Jodha di caci dan di hina, Jalal dengan sukarela mengorbankan perasaanya dan  mengatakan kalau dia adalah ayah dari bayi yang di kandung Jodha. Meski pengakuannya yang berubah-ubah membuat Jodha dan Hamida memusuhinya.

Lalu apa yang membuat Jodha jatuh cinta pada Jalal? Mungkin karena Jalal adalah pria yang jujur, bertanggung jawab, sangat memegang teguh janji, humoris walaupun sedikit arogan. Sifat arogan yang layak di miliki oleh seorang raja.  Sebenarnya Jalal adalah seorang perasa, tapi karena sejak semula dia berpendapat kalau dirinya tidak punya hati, maka sifat perasanya itu terabaikan secara alami dan untuk mendeksripsikan sifat itu dia mencari ungkapan yang lain yang menurutnya tepat, yaitu kelamahan diri. Jalal tidak pernah berkata bohong. Jalal sangat bertanggung jawab, baik pada keluarga, rakyat dan agamanya. Saat adiknya bakshi banu menjanda, Jalal adalah orang yang paling berduka. Saat Sukanya hampir gagal menikah  karena masalah benteng Ratanpur, Jalal juga yang menyelesaikan persoalannya. Jalal juga sangat memegang teguh janji. Ketika Jalal berjanji tidak akan menyentuh Jodha tanpa izinnya, Jalal menepati janjinya itu, meski kesempatan ada di depan mata, (baca: sinopsis Jodha akbar episode 98).

Cinta adalah misteri. Tidak akan ada yang tahu kapan dan bagaimana cinta menyapa hati manusia. Tapi begitu cinta menyentuh jiwa, tidak ada yang tidak mungkin atas nama cinta. Dulu jangankan di pegang Jalal, melihat wajahnya saja Jodha sudah panik dan tegang, tapi setelah Jodha jatuh cinta pada Jalal, tidak melihatnya saja hidupnya terasa kehilangan warna.  Jodha pernah meminta Ruq agar menjauhkan Jalal dari dirinya, setelah Jodha jatuh cinta, dirinya sendiri selalu ingin berada di dekat jalal. Cinta yang tidak di sadari Jodha atau Johda terlambat menyadarinya. Ketika Jodha minum racun untuk Jalal,  ketika dia merawat Jalal saat terluka, atau ketika hampir pingsan mendengar Jalal meninggal ....semua di artikan Jodha sebagau bentuk tanggung jawab seorang istri pada suami. Tanpa menyadari bahwa sebenarnya cinta yang memegang peranan penting di sana.

Cinta yang sesungguhnya. Yang hadir dari kedalaman jiwa. Yang bersemi secara perlahan dan butuh waktu yang lama. Cinta yang akan di kenang sepanjang masa. Cinta Jodha Akbar.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Nama anak Kembar Jodha

17.14 ARFARI

Nama anak Kembar Jodha by Meysha Lestari. Setelah di Jodha akbar episode 336, Jodha melahirkan di tengah badai hanya dengan di bantu Ruqaiyah dan Moti, anak kembar Jodha dan dirinya selamat tanpa kurang suatu apa. Kredit di berikan pada Ruq yang untuk pertama kalinya memegang tanggung jawab besar yang berhubungan dengan hidup dan mati Jodha dan anak kembartnya. Tapi Ruqaiyah kita berhasil menjalankan tanggung jawab itu sehingga anak kembar Jodha terlahir ke dunia. Oleh Jalal anak kembar Jodha itu di beri nama Hasan dan Hussein.

nama anak kembar JodhaNama anak kembar Jodha adalah Hasan dan Hussein (hussain) di ambil dari nama cucu nabi Muhammad yang terlahir dari rahim putrinya Fatimah Azzahra yang merupakan istri dari sahabat dan sepupu nabi Ali bin Abu Thalib. Jalal sangat senang mendengar Jodha dan kedua anaknya selamat. Meskipun pada awalnya, ketika melihat Ruqaiyah masuk ke ruang sidang dengan tangan dan baju berlumuran darah Jalal menduga hal buruk terjadi pada Jodha dan anaknya. Dengan keberhasilan Ruq membantu kelahiran anak kembar Jodha, Jalal sangat berterima kasih padanya dan memeluknya di hadapan semua orang.

Setelah sadar dari pingsannya, pelayan menyerahkan bayi-bayi itu pada Jodha tapi Jodha menolaknya dengan mengatakan kalau bayi Husein adalah milik Ruqaiya, karena itu sebagai ibunya, Ruq yang harus memegang bayi tersebut. Bahkan setelah mengalami sakit habis melahirkan, Jodha masih mempunyai pikiran baik dan bijak. Seperti kesepakatan sebelumnya, Kembar pertama yaitu Hasan menjadi anak Jodha sedangkan kembar kedua Hussein di adopsi oleh Ruqaiyah. Kesepakatan ini merupakan hasil sikap bijak Jodha yang tidak ingin Jalal mengingkari janjinya pada Ruq.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Sebagai seorang raja Jalal suka sekali memberi anugerah kepada istri-istrinya yang berupa permintaan apa saja dan dia akan mengabulkan. Karena sikap lumannya itu, tak jarang Jalal harus menarik keputusannya atau memberi putusan yang berbeda dengan seharusnya karena permintaan istri-istri tersebut. Kalau di pikir seperti buah si malakama, di makan ibu mati, tidak di makan bapak mati. Tapi biasanya, Jalal lebih memilih memenuhi janji yang sudah di ucapkannya dari pada memutuskan perkara yang tepat. Banyak sekali peristiwa terjadi di mana Jalal termakan janjinya sendiri. (coba baca: Janji dan Anugerah Jalal yang jadi Bumerang).

Dulu sebelum kelahiran bayi kembarnya Jalal pernah berencana akan memberi nama anak kembar Jodha Rada dan Razia kalau perempuan dan Hasan dan Hussein kalau laki-laki. Dan karena ternyata yang lahir bayi laki-laki maka anak kembar Jodha di beri nama Hasan dan Hussein yang di ambil dari nama cucu nabi Muhammad SAW.

Sinopsis Jodha Akbar episode 172

07.07 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 172 by Jonathan Bay. Di dalam Penjara, seseorang yang sangat ramah tampak sedang mengganggu Jalal dengan berbagai pertanyaan. Jalal terlihat terganggu, tapi Jodha sesekali terlihat tersenyum mendengarkan percakapan keduanya. Ketika orang itu bertanya pada Jalal kenapa dia masuk penjara, Jalal menjawab dia mencuri sesuatu. Orang itu bertanya lagi, apa yang kau curi? Jalal sinopsisjodhaakbar.blogspot.com172menatap Jodha. Jodha balas menatap Jalal dengan tegang, dia tau dengan menatapnya, Jalal seolah mengatakan bahwa dia mencuri Jodha. Benar saja, lelaki itu ikut menatap Jodha dan salah sangkah, dia berkata, "haaa... kau mencuri sesuatu yang besar, dia seperti seorang putri, bagaimana kau mendapatkannya?" Jalal tidak menjawab, Jodha memasang muka tidak suka, tetapi ketika lelaki itu mengatakan kalau jalal dan Jodha seperti awak kapal dan mutiara.... Jodha menertawakannya. Giliran Jalal yang memasang muka tidak terima. Lelaki itu juga berkata kalau Raja Jalal mempunyai istri yang sangat cantik yang minum racun untuk Jalal. Lelaki itu kemudian mebandingkan raja Jalal dengan Jalal yang ada di depannya, lalu tertawa, dan  dengan nada bercanda dia memeluk Jalal. Jalal menepis lelaki itu sampai jatuh. Tapi lelaki itu masih tertawa. Jalal menatap Jodha, Jodha tertawa. 

Malam nya, Jalal mendekati Jodha dan bertanya apakah dia baik-baik saja? Jodha mengiyakan. Jalal berkata Jodha pasti lapar, lalu Jalal meminta makanan pada penjaga. Tak lama kemudian pengawal membawa makanan untuk para tahanan, makanan yang tidak layak makan. Jalal protes dan menolak untuk makan. Pengawal mengejeknya dengan mengatakan kalau dia bukan jalaludin jadi makan saja apa adanya. Jalal bertanya siapa yang menyuruh mereka mengambil pajak untuk terat yatra? Pengawal menjawab kalau itu adalah perintah Jalal. jalal berkata tidak mungkin. Kepala pengawal mendengarnya dan menunjukan surat pernyataan tentang pajak yatra yang dilengkapi stempel shahi. Jalal tertegun dan berkata itu tidak benar. Medengar kata-kata Jalal pengawal kepala marah dan berkata karena menentang perintah Raja , jalal akan di hukum. Jalal bertanya kenapa karena ingin pergi yatra harus bayar pajak? Pengawal berkata karena kau hindu, maka harus bayar pajak. Beberapa pengawal masuk kepenjara dan membawa Jalal menuju ke tempat hukuman. Jodha tidak mau ketinggalan, dia ikut membuntuti Jalal. Jalal di ikat di sebuah tiang akan menerima pukulan dari pengawal, ketika Jodha menghentikannya. Jodha menghampiri jalal dan berkata kalau mereka harus memberitahu pengawal itu siapa mereka sebenarnya. Tapi Jalal melarang, karena dia ingin melihat dan merasakan masalah yang di hadapi oleh orang biasa. Jalal meminta Jodha agar bersumpah untuk tidak mengatakan apa-apa. Jodha masih berusaha membujuk Jalal. Seorang pengawal menarik tangan Jodha agar menjauh dari Jalal. Pengawal kepala sudah siap dengan cambuk ditangan. Sekali lagi Jodha mencegahnya, dia merampas cambuk pengawal dan membuangnya. Jodha menawarkan semua perhiasan di tubuhnya untuk mengganti hukuman Jalal. Pengawal setuju. Akhirnya Jalal di bebaskan. Jalal menyayangkan tindakan Jodha yang telah menyambar kesempatannya untuk menanggung aturannya sendiri. Jodha berkata kalau dia tidak bisa  melihat Jalal di pukuli. Pengawal membebaskan Jodha dan Jalal dan menyuruh keduanya pergi. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com172bSinopsis Jodha Akbar episode 172. Jalal dan Jodha melanjutkan perjalanan ke Sikri hanya berdua saja. Karena pengawal dan pelayan mereka masih di tahan di penjara. Malam itu hubungan keduanya menjadi begitu dekat. Jalal mengandeng tangan Jodha, keduanya berjalan berdampingan. Jalal berkata kalau mereka sebaiknya istrirahat dulu karena mereka hanya berdua dan tanpa pengawal, sehingga tidak aman untuk melanjutkan perjalanan di malam hari dan lagi Jodha sudah terlihat sangat lelah. Jodha berkata kalau dirinya baik-baik saja. Jalal berkata kalau itu tidak benar, dan menyuruh Jodha melihat kakinya yang bengkak. Jalal menyuruh Jodha duduk, dia membuat api unggun. Jalal melepas kain ikat pinggangnya, mengambil segenggam tanah dan membungkusnya dengan kain lalu membasahinya. Jalal kemudian memanaskan kain berisi tanah tadi di atas api sampai hangat. Dengan kain itu Jalal berniat untuk mengompres kaki Jodha. Tapi Jodha menarik kakinya dan berkata kalau seorang suami tidak boleh menyentuh kaki istri, itu adalah peraturan rajvanshi. Jalal bertanya "apalagi yang tidak di perbolehkan dalam peraturan Rajvansi? Akumenyentuh kakimu karena kaki itu sakit, tapi kalau kau tidak ingin aku tidak akan menyentuhnya, mungkin kau akan mendorongku lagi.." Jodha terenyuh mendengar kalimat terakhir Jalal. Jodha mengambil kain berisi tanah itu dari tangan Jalal, lalu mengompres kakinya sendiri.  Jalal memgamatinya saja. Jodha bertanya bagaimana Jalal bisa tahu tentang semua ini? Jalal berkata kalau dia seorang pemburu jadi dia tahu tentang hal-hal kecil seperti ini. Tiba-tiba telinga keduanya mendengar suara musik di kejauhan. Jalal mengusulkan agar mereka pergi kesana. Jodha setuju.

Di penjara Amer, Sharifudin marah karena sampai saat itu Jodha belum juga membawanya keluar dari penjara. Padahal dia telah membantu Jodha dengan mengatakan siapa sebenarnya Benazir. Sementara itu Adham mengatakan pada Maham kalu Sharif punya pikiran bahwa dia akan dibebaskan. Tapi Maham berkata tidak mungkin, karena Jalal tidak akan membebaskannya dan lagi keberadaan sharif sangat berbahaya bagi Adham. Maham berpikir keras, kalau sharifudin bisa keluar pasti ada orang yang membantunya, kira-kira siapa orang itu.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com172dSinopsis Jodha Akbar episode 172. Jalal dan Jodha tiba di sebuah tanah lapang di mana sebuah karavan sedang beristirahat, mereka semua mempunyai gaya Rajhistani. Jodha ragu-ragu untuk bergabung, tapi Jalal meyakinkan Jodha bahwa dia akan selalu bersamanya. Orang-orang karavan itu sangat ramah, mereka menyambut Jodha -Jalal dengan hangat. Seorang laleki yang sepertinya pemimpin karavan itu memanggil istrinya untuk menyambut Jodha. Lelaki itu bahkan menawari Jalal menghirup hookah.  Istrinya mengajak Jodha pergi dan memberinya sebuah gelang sebagai tanda kalau dia wanita yang sudah menikah. Lelaki itu bertanya pada Jalal dari mana. Jalal menjawab kalau dia dari mewaar dan sedang pergi untu terat Yatra. Jodha kembali duduk di sebelah Jalal, dan pertunjukan tarian pun di mulai. Jalal dan Jodha sangat menikmati tarian dan nyanyian itu, bahkan keduanya saling mambayangkan pasangannya masing-masing. Jalal membayangkan kalau yang menari di depannya adalah Johda. Sedang Jodha membayangkan kalau pemain musik itu adalah Jalal. Jodha senyum senyum sendiri. Jalal bertanya dengan logat rajhistani, 'ada apa?" Jodha menjawab tidak ada apa-apa. Jalal berkata kalau kalian para wanita sangat susah di mengerti. Jodha berkata, " kenapa mencobanya?"

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com172cPetunjukan selesai. Lelaki tadi meminta istrinya membuat makanan karena dia lapar. Jalal bertanya kenapa mereka ada di sini? Lelaki itu memberitahu Jalal kalau mereka sebenarnya sedang dalam perjalanan dan istirahat sebentar di sini karena tempat ini tidak aman banyak pencuri berkeliaran, maka mereka akan pergi secepatnya dari sini. Jodha melihat para wanita sedang membuat roti. Jodha menghampiri wanita tersebut dan berkata kalau dia ingin membuat roti untuk suaminya. Wanita itu mempersilahkan Jodha membuatnya bahkan memujinya dengan mengatakan kalau Jodha pasti sangat mencintai suaminya. Jodha duduk di depan tungku dan mulai membuat roti. Tidak sedetik pun tatapan Jalal terlepas dari Jodha. Dia menatap Jodha dengan tatapan penuh cinta. Bahkan saat tangan Jodha tersentuh penggorengan yang panas, jalal yang merasakan sakitnya dan terlihat sangat khawatir. `sinopsisjodhaakbar.blogspot.com`

Sinopsis Jodha Akbar episode 172. Ruq memutuskan untuk pergi menyusul Jalal. Hamida bertanya bagaimana dia akan menemukan Jalal? Ruq sangat yakin dia pasti akan menemukan Jalal walaupun dia sedang dalam penyamaran. hamida memuji Ruq dengan mengatakan kalau dia adalah orang yang istimewa diantara semua istri-istri Jalal. Wanita manapun yang datang dalam hidup Jalal, Ruq akan tetap pada posisinya. Ruq mengucapkan terima kasih atas pujian Hamida. Ruq berpamitan pada Hamida, "saya pergi .." Hamida berkata, "ya pergilah." Ruq mengampiri Maham angga dan keduanya berjalan berdampingan. Maham berkata kalau Ruq mendengarkannya sejak awal maka segala sesuatunya akan berbeda, tapi lebih baik terlambat daripada tidak. Ruq pergi. Gul badan bertanya pada hamida mengapa Ruq tiba-tiba ingin menyusul Jalal? hamida berkata kalau Ruq merasa tidak aman dan posisinya dalam bahaya karena  dia berpikir Jodha akan  mengambil Jalal darinya.

Jodha menghidangkan roti yang di buatnya ke hadapan Jalal dan berkata kalau ini adalah makanan orang biasa. Jalal berkata "tidak apa-apa," lalu dengan penuh perhatian Jalal bertanya, " tapi katakan padaku apakah tanganmu baik-baik saja?" Jodha berkata kalau lukanya tidak serius, tapi dia sangat senang karena Jalal memperhatikan dirinya. Jodha mempersilahkan Jalal makan..... Sinopsis Jodha Akbar episode 173

Jumat, 03 Oktober 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 67

16.44 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 67 by Jonathan Bay. Jalal memeluk Maham dan menatap Jodha dengan marah. Jodha balas menatap dengan sengit. Maham menangis tersedu-sedu, Jalal  menghampiri Jodha dan berkata, "aku tahu kenapa kau menuduh maham angga, kau ingin menyakiti perasaanku. Karena aku menuduh dan memenjaraka dirimu. Harusnya kau bersyukur aku telah membebaskanmu. Kau harus percayakan penyelidikan ini padaku..." Jodha menjawab, "tapi aku sudah menemukan pelaku..." Jalal membentak Jodha, "cukup, ratu Jodha!" Jalal menatap Jodha dengan kebencian. Maham angga dengan wajah pura-pura sedih memegang bahu Jalal. Jalal berkata, "tahukah kau siapa yang kau tuduh sebagai pelaku kejahatan ini? Bahkan jika aku mati untuk wanita ini, itu tidak cukup untuk membalas jasa-jasanya. Aku berhutang budi sinopsisjodhaakbar.blogspot.com67pada wanita ini. Tidak mungkin wanita ini membunuh calon anak ku." JOdha tak tahu harus berkata apa, dia menatap kebawa dengan rasa tidak puas. Jalal masih menceramahi Jodha tentang pentingnya maham angga bagi dirinya. Bahkan Jalal memberitahu Jodha kalau kursi tahta tempatnya duduk mempunyai 2 kaki, satu kaki Bairam khan, dan satunya lagi adalah maham angga. Jalal mengatakan setelah kematian Khan baba dia pernah berjanji kalau dirinya rela mati demi melindungi orang yang di cintainya. Jalal berkata, dia telah membebaskan Jodha, tapi dengan menuduh maham angga Jodha telah melakukan kejahatan keji. Dalam amarahnya, Jalal maju untuk menyerang Jodha, tapi maham angga mencegahnya. Maham berkata dia tak mau Jalal melakuka sesuatu pada Jodha.  Maham melarang Jalal melakukan apapun saat marah, karena dia maharaja. Masih melanjutkan kata-katanya, Maham menatap Jodha dengan senyum licik, katanya, "jangan pernah bertindak apapun saat marah, karena setiap tindakan ceronoh akan berakhir dengan penyesalan." Maham berkata kalau dia sangat pada Jalal dan juga sangat menghargainya, karena apapun kata orang, Jalal tidak pernah meragukan kesetiaannya. Maham menatap Jodha sambil tersenyum licik, Jalal tidak melihat karena dia berdiri memunggungi Maham angga. Maham angga meminta maaf pada Jodha karena dia telah menuduhnya tanpa bukti. Dan maham berjanji pada  jalam bahwa dia akan mencari bukti pembunuhan calon anak Jalal ini. Jalal memeluk Maham. Jalal berkata Jodha kalau dia sangat beruntung, karena maham telah menghalangi dirinya untuk menghukum Jodha, sebab kalau tidak, Jodha pasti telah menjadi korban kemarahannya. Lalu Jalal mengusir Jodha. Maham angga tersenyum senang dalam pelukan Jalal. Johda tanpa berkata sepatah katamu segera pergi.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Di kamarnya, Jodha bersama moti. Jodha terlihat berjalan kesana-kemari dengan gelisah. Moti menyuruhnya agar tenang dan bertanya kenapoa dia pergi menemui Jalal tanpa membawa bukti. Karena Jodha sebelumnya sudah berkata kalau jalal tidak akan kalau maham angga pelakunya.  Jodha berkata, "tapi kenapa dia percaya kalau aku dan saudara-saudaraku pelakunya? Kau tahu apa kelemahan yang mulia raja, moti? Dia mudah tertipu dan terlalu percaya pada orang dekatnya." Moti setuju dengan kata-kata Jodha, jalal sangat percaya pada Maham. Jodha berkata karena itu  Jalal tidak percaya padanya. Menurut Jodha sebuah keyakinan bisa memindahkan gunung, tetapi mempercayai orang yang salah akan membawa kehancuran. Moti bertanya kenapa Jodha  sangat peduli pada Jalal, mti juga melarang Jodha ikut campur dalam kasus itu lagi, yang terpenting dirinya dan saudara-saudranya terbebas dari tuduhan dan hukuman. Jodha menyangkal kalau di apeduli pada Jalal, dia bahkan membencinya dan sejak awal tidak mau menikah dengan dia. Tapi moti membalikan kata-kata Jodha dengan bertanya, kalau Jodha tidak peduli, kenapa dia terlihat begitu iba pad Jalal saat dia kehilangan bayinya? Jodha menjawab kalau dia hanya kasihan pada ratu Ruqayah. Jodha merasa sangat kecewa karena menikah dengan seorang laki-laki yang tidak tahu cara menilai orang, pemarah, dan pendendam. Dan jodha sangat menyayangkan sikap Jalal  yang tidak sadar bahwa maham angga tidak mencintainya sebesar dia mencintai maham, maham hanya memanfaatkan posisinya.

Sinopsis Jodha Akbar episode 67. Di kamarnya, Jalal sepertinya masih marah pada Jodha. Dia berbicara sendiri kalau Jodha telah melakukan kesalahan besar dengan menuduh maham angga membunuh calon anaknya. Dikamar maham angga, resham terlihat sangat ketakutan dan tegang mengetahui kalau maham yang telah membunuh calon anak Jalal. Resham saungguh tidak menyangkah dan berkata kalau dirinya sekarang jadi takut pada Maham angga. Maham berkata rasa takut itu bagus, karena rasa takut membuat seseorang bertindak hati-hati dan waspada. Resham bertanya kenapa Maham tidak menyuruh dia seperti biasa tetapi melakukannya sendiri, apakah maham sudah tidak percaya padanya?. Maham berkata, bukanya dia tak percaya pada Resham tapi dia terpaksa harus bertindak sendiri. karena dia percaya pada Resham lah maka dia menceritakan hal ini padanya, padahal dia sendiri belum memberitahu adam karena ini sebuah rahasia. Maham berkata sebuah rahasia harus di ungkap di waktu yang tepat, membuka rahasia di waktu yang salah, berarti kehancuran. Resham berkata tapi karena Jodha telah mengetahui rahasianya, ada baiknya maham angga berjaga-jaga karena Jodha tidak takut pada siapapun. Resham menyuruh Maham pergi ke tempat yang jauh. Maham berkata kalau dia akan waspada dan akan memikirkan jalan keluarnya, untuk itu dia meminta resham membuatkan dia bir. Resham melenggong mendengarnya.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com67aJalal bersama Ruqaiya. Jalal berjalanmondar mandir di depan Ruq dengan diam. Ruq menegurnya dan bertanya ada apa? apa yang kau pikirkan? sepertinya Jalal sudah semakin dekat dengan pelakunya.  Jalal berkata bahwa dia memang harus segera menemukan pelakunya, karena kalau tidak orang akan menganggap dia gagal menjalankan tugas. Jalal menyesal karena telah membebaskan Jodha. Kini dia bebas menuduh orang lain sesukanya. Ruwq bertanya menuduh siapa? Jalal menjawab Maham angga, Jodha telah menfitnah maham. Jalal menceritakan apa yang telah di lakukan Jodha pada Maham angga. Jalal berkata kalau saat ini pasti maham angga sangat terpukul dan sedih. Setelah berkata begitu, Jalal meninggalkan Ruq. Ruq berpikir, Jodha bukan  orang bodoh, dia tidak akan menuduh maham angga tanpa bukti. Ruq bertanya-tanya apa yang membuat Jodha yakin maham pelakunya?

Sinopsis Jodha Akbar episode 67. Ruq sedang bermain catur sendiri sambil menghisap hokaah. maham datang menemuinya. Ruq berkata setelah membuat Jodha menjadipembohong di depan Jalal, maham pasti sangat senang. Maham tertegun. Ruq mengatakan kalau Jalal telah menceritakan segalanya. Ruq berkata kalau hidup Jalal ada pada 3 orang, Hamida, dirinya dan maham. Jika malaikat datang dan mengatakan kalau maham pelakunya, dia tidak akan percaya. Untung dia tidak percaya pada Jodha dan ruq bilang kalau dia tidak suka pada apa yang telah di lakukan maham. Maham bertanya apa? Ruq berkata kau memihak Jodha. Coba kalau Jalal tidak di cegah waktu akan menyerang Jodha, jalal pasti sudah menamparnya dan mengusirnya dari agra. maham berkata kalau Jalal adalah seorang raja dan jika dia melakukan sesuatu yang tidak pantas, maka nama baiknya akan tercemar. Maham tidak masalah dirinya di tuduh, tapi dia tidak bisa melihat martabat Jalal rusak karena hal itu. Maham akan pergi ketika Ruq mencegahnya dan mengajaknya bermain catur. Maham mengatakan ada kasus yang harus di selesaikan. Setelah pelakunya tertangkap, akan ada banyak waktu untuk bermain catur. Sepeninggal maham ruq berpikir, bahwa dia akan memikirkan segala tuduhan Jodha pada Maham. Karena tidak mungkin Jodha menuduh orang tanpa alasan.

Moti masih bicara dengan Jodha. Dia membunjuk Jopdha agar tidak ikut campur lagi. karena dirinya telah bebas dari tuduhan. Moti menyuruh Jodha berada jauh dari konspirasi ini. Tapi JOdha bertekat akan mengatkan hal ini pada Jalal lagi dan lagi, entah sampai kapan Jalal akan mempercayainya, tapi di aharus menunjukan wajah maham yang asli pad Jalal.

Maharana Pratap sedang berdiskusi dengan menterinya. Mereka berbicara tentang kekuatan Mughal dan Jalal. Menterinya berkata untuk melawan Mughal di perlukan kekuatan yang sangat besar. Tapi Maharan bilang bahwa tidak selalu begitu. Untuk berperang, tidak membutuhkan kekuatan besar, hanya di butuhkan kemauan dan keberanian. Menteri berkata, tapi banyak raja yang tiadak bersedia melawan Jalal, seperti Bharma yang menikahkan putrinya dengan Jalal demi keselamatan Amer. Seorang pengawal memberitahu pratap kalau  Bharmal dalam perjalanan pulang ke Amer dari Agra, dan melalui rute ini.

Sinopsis Jodha Akbar episode 67. Jalal sedang duduk di tepi tempat tidurnya, dia terlihat sedang berpikir kera. Pengawal datang  memberitahu kalau Jodha datang. Jalal menyuruhnya masuk. Jodha berdiri di depan Jalal. Jalal berkata, sebelum berkata apa-apa ingat untu tidak menuduh maham karena Jalal tidak akan membiarkannya. Jodha berkata, "anda selalu memberi hukuman pada orang yang mencari keadilan darimu. saya tidak takut hukumanmu..." Jalal dengan sengit berkata kalau jodha beruntung karena dulu di selamatkan ruq, lalu maham, tapi kini tidak ada seorangpun yang akan menyelamatkannya. Jodha menjawab kalau di atidak talut mengatakan kebenaran dan tidak peduli tentang saipa yang akan menyelamatkannya. Jodha berkata kalau Jalal tidak mempercayainya, mungkin dia percaya pada anak umur 4 tahun.  Mungkin dengan cara itu Jalal bisa percaya dan melihat seperti apa yang sebenarnya maham angga itu. Jalal membentak Jodha dan menyuruhnya diam. Karena dia akan menghukum segala bentuk ketidak sopanan tak perduli kalau orang itu punya hubungan dengan dirinya. Jalal menyuruh Rahim masuk. Jodha berjongkok di depan rahim dan memintanya untuk menceritakan apa yang sudag di ceritakn rahim padanya tentang botol itu. Jalal dengan tegas bertanya pada Rahim apakah dia yang mengambil botol itu?.....Sinopsis Jodha Akbar episode 68

Kamis, 02 Oktober 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 66

06.50 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 66 by Jonathan Bay. Jodha melepas pelukan Rahim.  Setelah mendengar cerita Rahim tentang botol dathura itu, Jodha terlihat sedikit kebingungan dan tegang. Dia sama sekali tidak menyangkah bahwa dalang di balik konspirasi kegugurannya Ruq adalah maham. Jodha bertanya pada Rahim apakah dia ada menceritakan hal ini pada orang lain? Rahim mengatakan tidak, setelah mengambil botol itu dia menyimpannya di kamar Salima dan terlupa. Rahim berkata, "aku berkata jujur choti ami jaan, aku hanya ingin bermain dengan botol itu, sekarang botol itu ada pada yang mulia, apakah aku adalah pencuri choti ami jaan? apakah aku akan di hukum?" Jodha mengelus pipi rahim dan menenangkannya. Kata Jodha, "jangan khawatir Rahim, percayalah, tak ada yang akan menghukum mu. Sekarang bermain lah di luar dan serahkan urusan ini pada choti ami jaan, ok!" Rahim memeluk Jodha, sebelum pergi, Rahim berkata kalau Jodha sangat baik. Moti datang, dia berpapasan dengan Rahim, moti sempat mencoleknya sebelum Rahim berlari keluar.

jodha akbar 66Moti berkata kalau Rahim sekarang sepertinya sangat menyukai Jodha. Jodha menarik tangan moti. Moti bertanya, "ada apa Jodha, kau tampak khawatir." Jodha memberitahu Moti kalau yang mulia menemukan botol dathura itu di kamar ratu Salima. Moti terkejut dan bertanya, apakah itu berarti ratu salima yang telah membuat Ruq keguguran? Jodha berkata tidak, botol itu di temukan di sana, tapi yang mencampur dathura dalam kesar orang lain. Jodha menceritakan apa yang di ceritakan Rahim padanya. Moti juga terkejut dan sama sekali tidak menyangkah kalau Maham angga pelakunya meskipun Moti sebenarnya sudah mencurigainya. Karena sejak Jodha membakar gaun pernikahannya dulu, maham selalu ingin membuat Jodha menderita. Moti berkata kalau maham angga yang menjebaknya dalam kasus Adham Khan dan dia menyelamatkan anaknya itu dengan mengirimnya ke Mathura (sinopsisjodhaakbar.blogspot.com ep 48) dan semua itu di lakukan Maham untuk membuat Jodha menderita. Moti menyebut maham angga sebagi anak sihir. Moti sedikit menyalahkan rahim yang tidak menceritakan hal ini pada yang Mulia langsung. Jodha membela Rahim dengan mengatakan kalau Rahim masih anak-anak. Moti meminta Jodha menceritakan hal ini pada Jalal. Tapi Jodha menolak dengan memgatakan kalau dia tidak punya cukup bukti dan Rahim masih terlalu kecil untuk menjadi saksi. tapi Jodha akan bertekada akan mengatakan hal ini pada Jalal setelah di amempunyai cukup bukti.

Sinopsisjodhaakbar.blogpot.com. Atgah berbicara dengan Jalal tentang Politik. Atgah meminta Jalal memikirkan ulang tentang Sujaanpur, Gwailor dan Bengal karena tiga wilayah ini sangat penting bagi kerajaan. Jalal berjanji akan memikirkannya. Pengawal masuk dan memberitahu Jalal kalau Raja Bharmal ingin bertemu dengannya. Jalal menyuruhnya masuk. Atgah berpamitan. Bharmal masuk, keduanya saling memberi salam. Jalal mempersilahkan Bharmal duduk dan menanyakan kabar Bharmal selama di Agra. Bharmal berkata kalau di baik dan di layani dengan baik. Bharmal ingin membicarakan hal penting tentang kasus yang melibatkan anak-anaknya. Dia berkata kalau dia datang sebagai mertua dan bukan sebagai raja. Dia berkata, jika Jalal bertindak tidak adil terhadap anak-anaknya dia bisa memberontak demi harga diri dan kehormatan adil. Tapi Bharmal tidak melakukan itu, mengingat Jalal adalah menantunya. Karena dalam tradisi Rajvanshi, seorang anak di sayangi oleh orang tuanya, tapi seorang menanatu akan di sayangi dan di hormati. Jalal meminta maaf jika perlakuannya terhadap Jodha dan para pengeran amer dianggap tidak layak. Karena kata Jalal, seorang raja terkadang harus membuat keputusan yang menyulitkan dirinya. Bharmal menasehati Jalal agar berusaha menjadi raja yang adil agar di kenang dalam sejarah. Dalam kesempatan itu, Bharmal juga berpamitan pada Jalal karena dia akan pulang ke Amer. Jalal berkata bahwa Bharmal dan para pangeran bisa pulang kapan saja. Tapi Bharmal menolak dengan mengatakan kalau dirinya saja yang pulang demi menenangkan Sukanya dan Menawati karena pangeran Sujaanpur Ratan singh sudah mati. Sedangkan para pangeran amer akan menunggu sampai pelaku kasus dtahura, orang yang telah menodai kehormatan Amer tertangkap.

jodha akbar 66aSinopsis Jodha Akbar episode 66. Kepulangan Bharmal ke Amer di hantarkan hingga ke depan pintu gerbang oleh Jalal, Hamida, Jodha dan para pangeran Amer. Jalal berkata bahwa bila-bila masa dia ingin mengundang Bharmal ke Agra. Bharmal juga berharap dapat membuktikan kesetiaan Amer pada Jalal. Hamida mendoakan semoga perjalanan Bharmal lancar. Hamida juga sangat senang karena keyakinannya pada Jodha telah terbukti dan Jodha tidak bersalah. Bharmal mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan Hamida pada Jodha dan juga karena telah membantu menegakan kehormatan Amer di sidang. Hamid atelah memberla Jodha dan memprotes tuduhan yang terburu-buru padanya. Bharmal mengatakan karena ada Hamida, dirinya dan menawati tak perlu merasa kuatir. Jalal yang sedikit banyak merasa tersindir oleh percakapan Bharmal dan Hamida hanya bisa diam dan sedikit salah tingkah. Bharmal berkata kalau dia tahu, Hamida akan selalu menjaga Jodha. Jodha tersenyum mendengarnya. Hamida berkata kalau dia sangat menyayangi Jodha. Bharmal mengucapkan terima kasih dan berkata kalau dia akan berangkat. Para pengeran amer mengucapkan salam perpisahan dengan menyentuh kaki Bharmal. Bharmal memeluk maan singh, lalu menatap Jodha. Lalu  bergegas pergi. Jalal dan yang lainnya kembali ke istana, Jodha tinggal beberapa saat hingga moti menghampirinya. Jodha berkata, "semua anggota dewan ada di sini, tapi maham angga kok nggak kelihatan?" Jodha meminta moti mengatakan pada Maham kalau dia ingin bertemu dengannya di dapur istana.

Maham angga sedang berdoa setelah sembahyang ketika Resham datang memberitahu kalau Jalal mengantar kepulangan Bharmal hingga ke pintu gerbang. Maham seperti tidak peduli berkata, "memang kenapa?" Resham berkata bahwa tidak banyak orang yang mendapatkan kehormatan itu. Maham berkata, dia seorang raja dan harus mengatur segalanya. Sejak bairam khan meninggal, jalal yang menangani semuanya. Moti Bai datang menemui Maham angga. Mot menyampaikan pesan Jodha. Resham marah mendengarnya. Tapi Maham menenangkannya dengan mengatakan kalau itu bukan salah moti, dia hanya menyampaikan pesan. Maham menyuruh moti pergi, dia akan menemui Jodha. Resham tidak terima Jodha meminta Maham menemuinya. Resham bertanya memang dia itu siapa? maham berkata jika tuhan memberimu kecantikan, tuhan juga akan memberimu keangkuhan.  Resham ingin ikut bersama maham, tapi maham melarang. Karena Jodha hanya ingin bertemu dirinya saja, dan dia juga penasaran kenapa Jodha ingin bertemu dengannya.

jodha akbar 66bSinopsis Jodha Akbar episode 66. Maham menemui Jodha di dapur. Jodha memberi salam, maham angga membalasnya. Maham melihat Jodha sedang mencampur sesuatu dari sebuah botol ke botol yang lainnya. Maham teringat perbuatanya saat mencampur dathura dengan kesar. Maham menjadi tegang, dia berkata dalam hati, "sepertinya Jodha tahu apa yang ada di otakku." Jodha berkata kalau dia sedang mencampur Jus dalam kesar untuk saudara-saudaranya yangterlihat lemah karena kasus dathura. Maham bertanya itu apa? Jodha menjawab kalau itu adalah kesar dan dathura. maham tegang. Jodha mengamati ketengangan di wajah Maham.  Jodha meminta maaf kalau dia salah menyebut dathura, otaknya selalu ke dathura saja. Jodha memberitahu Maham kalau isi botol itu adalah kevda dan air bunga mawar. Jodha mengatakan, itu adalah budaya Amer. Sedangkan menambahkan dathura dalam kesar adalah budaya Agra. Maham bertanya apakah Jodha memanggilnya hanya untuk ini? Jodha berkata kalau dia baru sekali ini membuatnya, tapi Maham sudah sangat pandai karena sudah sering melakukannya. Jodha bertanya apakah begini cara maham mencampur dathura dalam kesar yang datang dari amer? Jodha berkata kalau dia tahu, mahamlah yang terlah mencampur dathura dalam kesar itu. Maham tercengah tak percaya. Bukan maham kalau tidak bisa berkelit. Maham berkata dengan marah, "ratu Jodha kalau ini gurauan, maka aku bilang padamu kalau ini tidak lucu." Jodha menjawab kalau ini bukan gurauan tapi masalah keadilan. Maham memberitahu Jodha kalau ratu tidak boleh mencampuri urusan politik, hany araja yang punya haka untuk menilai. Jodha menjawab dengan tegas, kalau dia juga ingin raja berlaku adil dalam keputusannya, tapi Jalal belum mampu. Maham menantang Jodha dengan mengajaknya menemui Jalal kalau ingin keadilan, Maham akan membantu Jodha mendapatkan keadilan. Maham berkata kalau Jodha sudah menjadi sangat arogan dan maham ingin melihat keangkuhan Jodha di depan Jalal. Jodha bilang kalau dia tidak keberatan.

Jalal sedang duduk dikamarnya saat Jodha dan Maham datang menemuinya. Jalal merasa heran melihat Maham bersama Jodha. Maham berkata dia ingin memberi tahu Jalal siapa sebenarnya pelaku kasus dathura, orang itu adalah dirinya, Maham angga. Karena dia tidak mengecek segala sesuatunya dengan benar sehingga pelaku dapat mencampur dathura dan Jalal kehilangan anaknya, semua ini adalah kesalahan dirinya. Maham berkata, "saya pernah meragukan ratu Jodha, sekarang Jodha yang mencurigainya." Maham menangis di depan Jalal. Di amenyuruh Jalal memengal kepalanya karena dia tidak mau hidup lagi. . Jodha terlihat bingung dengan kelicikan maham angga tapi tidak mengatakan sepatah katapun. Dia hanya melihat drama yang dimainkan oleh maham dengan rasa muak dan jiik. Jalal memeluk Maham dan menatap Jodha dengan marah....Sinopsis Jodha Akbar episode 67

Rabu, 01 Oktober 2014

Sinopsis Jodha Akbar episode 65

14.14 ARFARI

Sinopsis Jodha Akbar episode 65 by Jonathan Bay. Maham tertegun dan kaget melihat botol/kotak di tangan Jalal. Dia berkata bahwa itu hanyalah sebuah kotak, apa yang bisa di buktikannya? Jalal menjawab kalau itu bukan hanya sebuah kotak tetapi ada bukti pembunuhan ahli waris Mughal di dalamnya. Dathura di bawa dalam kotak tersebut. Ruq telah meminumnya dan kotak ini akan membawa jalal pada pelaku sesungguhnya. Maham angga terlihat sedikit panik dan bertanya, "itu bagus. Dari mana anda mendapatkannya? Berarti orang yang memilikinya itulah pelakunya." Jalal mengatakan kalau dia yakin dan percaya jodha akbar 65sepenuhnya kalau pemilik kamar di mana botol itu di temukan tidak akan sanggup melakukan kejahatan itu dan sekarang waktu yang akan membongkar semuanya. Jalal menyuruh maham beristirahat lalu pergi. Sepeninggal Jalal, maham terlihat berpikir keras dan berkata, botol ini sama persis, bagaimana jalal bisa mendapatkannya? kenapa tidak mencurigai orang itu? Dan orang yang punya tempat dalam hidupnya hanya aku." Maham sangat terpukul.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Jodha sedang melakukan aarti ketika pelayan mengumumkan kalau Jalal datang. Jodha tidak menyahut, dia tetap melakukan puja. Jalal berdiri di pintu. Para pelayan yang ikut melakukan aarti meninggalkan mereka berdua tanpa di perintah. Jalal melangkah mendekati tempat pemujaan Jodha, dia teringat bagaimana Jodha memberitahunya agar melepas sandal kalau masuk ke kamarnya di depan Menawati dulu itu, karena di situ ada murti. Tanpa berpikir panjang, Jalal segera melepas sandalnya dan menunggu Jodha merampungkan pujanya. Selesai melakukan puja, Jodha membawa arti ke hadapan Jalal tanpa bicara apapun. Jalal seperti sudah paham maksud Jodha dia segera mengambil arti. Setelah itu Jodha meletakan arti di meja, lalu dengan enggan dia menanyakan kenapa jalal kemari. Jalal menunjukan kotak dthura pada Jodha dan berkata bahwa botol ini adalah petunjuk yang meyakinkan Jalal kalu Jodha dan saudaranya tidak bersalah. Jodha bertanya kenapa anda bawa kesini? Jalal bertanya apakah dia tahu kotak ini? Jodha menjawab tidak. Jalal bertanya lagi, "apakah saudaramu tahu tentang kotak ini?" Dengan pedas, Jodha berkata, "kenapa tidak tanya sendiri pada mereka, mereka masih di Agra." Jalal berkata kalau dia tidak sedang menuduh Jodha, dia hanya ingin menyelidiki masalah ini. Jodha menyahut dengan cepat, "kalau ingin menyelidiki seharusnya anda lakukan sebelum menangkap kami. Hingga aku dan saudaraku tidak perlu di permalukan. Kehormatan dan  harga diriku tidak perlu terinjak-injak."  Jalal berkata kalau di adatang bukan untuk berdebat. "aku tahu kau dan saudaramu bukan pelakunya, karena itu aku mengangkat saudaramu sebagai menteri negara dan aku telah memberi kebebasan padamu dengan penuh kehormatan." Jodha menatap sekeliling dan melihat gelas. Dia mengambil gelas itu dan membantingnya di lantai. Gelas pecah berkeping-keping. Jalal melotot dengan marah. Jodha membalasnya dengan tatapan sengit dan berkata, "kehormatan dan martabat saya seperti kaca ini, sekali rusak tidak dapat di perbaiki lagi. Dan kalau anda coba memperbaikinya maka akan terlihat garis-garis bekas pecahannya." Jalal menepuk kedua tanganya, pelayan datang. Jalal menyuruh pelayan memungut pecahan gelas dan membawa ke kakamrnya. Jalal berkata, "aku akan memberimu jawaban, ratu Jodha." Jalal meninggalkan Jodha dan memakai sepatunya. Melihat Jalal melepas sepatu, bara di mata Jodha sedikit redup. Jalal melihat sekilas ke arah Jodha lalu bergegas pergi.

jodha akbar 65aSinopsis Jodha Akbar episode 65. Maham, Hamida dan beberapa kerabat wanita duduk bersama. Phupi sedang menulis biografi Humayun. Phupi berkata pada Maham, "di masa kecilnya Jalal, hanya kau yang ada bersamanya." Maham menyahut, "ya. Ratu Hamida dan raja humayun pergi bersembunyi, jadi saya dan bairam khan yang menjaganya." Hamida berkata bahwa kematian Humayun di rahasiakan dan seseorang di minta menduduki tahtanya sebagai Humayun, karena jika musuh tahu Humayun mati dan Jalal tidak ada di istana, mereka akan menyerang."  Maham terlihat berpikir keras. Hamida melihatnya dan bertanya ada pa. Maham berkata kalau dia memikirkan seiapa pembunuh ahli waris Jalal. Hamida berkata, "aku pikir Jalal telah mengetahuinya, karena itu dia membebaskan Jodha." Maham bertanya, "kalau begitu kenapa yang mulia tidak mengumumkan namanya?" Gul badan menjawab, kalau jalal lebih tahu tentang itu dan mengapa maham menanyakanya. Maham dengan sedikit gugup berkata kalau tidak apa-apa, setelah berpamitan maham pergi. Gul badan berkata kalau Maham sedang menyembunyikan sesuatu, karena dia tahu maham.~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Javeda menantu maham angga sedang mengoceh sambil hilir mudik, ketika maham angga datang. Javeda mengatakan kalau dia berdoa semoga burung elang memakan daging orang yang membunuh bayi Ruqaiya. Maham merasa terganggu menegurnya. javeda mengatakan kalau dia tahu siapa yang telah membunuh bayi Ruq. Maham bertanya, "apa yang kau katakan Javeda?" Javeda berkata kalau pembunuhnya harus sangat dekat dengan Jalal, seperti maham, hingga tidak ada orang yang mencurigainya. Maham terdiam dan berpikir sejenak, lalu tersenyum, "ya, seseorang yang tidak akan di curigai, seperti dirimu." Javeda kaget dan berkata kalau dirinya tidak bisa membunuh seekor semutpun apalagi seorang anak. Maham berkata denga membunuh anak jalal, anaknya dan Adham akan mendapatkan Tahta. javeda mengatakan kalau dia tidak mungkin membuat konspirasi seperti itu. Dan anaknya akan menjadi tangan kanan Jalal bukan Raja. Maham berkata kalau Javeda berani mengangkat topik ini lagi maka kecurigaan akan di jatuhkan padanya. Javeda bersumpah dia tidakakan membicarakannya lagi lalu pergi. Maham menarik nafas lega. Dia berencana menyebarkan omongan javeda dan berusaha keras agar tidak di curigai.

jodha akbar 65bSinopsis Jodha Akbar episode 65. Bhagwandas meminta Bharma kebali ke Amer. Bharmal menolak. Bharmal berkata bahwa mereka semua telah di permalukan, sebelum pelakunya di temukan, samapi saat itu kehormatan Amer yang hilang  belum kembali. Mereka semua memuji Maan Singh, dan Maan memuji Jodha. Mereka semua merasa senang karena mereka telah bebas dan Jalal menyadari kesalahannya. Tapi mereka semua hanya akan kekbali ke Amer setelah pelaku sebenarnya tertangkap

Jodha sedang memberi makan burung merpati ketika Salima menemuinya dan mengatakan kalau dia senang, jalal telah membebaskan Jodha itu artinya Jalal yakin kalau Jodha dan saudara-saudaranya tidak bersalah. Keduanyalalub membicarakan tentang botol/kotak dathura yang di miliki Jalal. Salima berkata kalau Jalal sedang menyelidiki masalah tersebut. Dan dia yakin jalal pasti akan menemukan pelaku sebenarnya.

Di kamarnya, Jalal sedang mengamati kotak itu sambil terus berpikir, bagaimana dan siapa yang telah melakukan kejahatan tersebut. Rahim melihat Jalal memegang kotak. Tanpa menyapa Jalal, rahim segera berlari menemui Jodha. Rahim memeluk Jodha dari belakang, Jodha menyambutnya dengan senang hati. Rahim terlihat ketakutan. Jodha bertanya kenapa? Rahim mengatakan dia telah mencuri kotak, dan kotak itu ada pada sekarang, jalal akan memenjarakannya karena hal tersebut. Rahim menyuruh Jodha berjanji agar tidak mengatakan pada siapapun. Kemudian dia bercerita bagaimana dia menemukan kotak itu yang ternyata milik maham angga dan menyimpannya di laci lemari dikamar Salima. Jodha terkejut mendengar cerita Rahim dan mengetahui kalau Maham angga yang bertanggung jawab atas keguguran Ruq... Sinopsis Jodha Akbar episode 66

Need an Invite?

Want to attend the wedding event? Be our guest, give us a message.

Nama Email * Pesan *